Moskow – Sejak April 2015, lebih dari 34. 000 individu kehilangan nyawa atau menghilang saat berusaha mencapai Eropa melalui perjalanan laut. Menurut pernyataan dari Komisioner Tinggi Badan Pengungsi PBB (UNHCR).
“Pada tanggal 18 April 2015, Eropa mengalami salah satu bencana terburuk di lautan ketika lebih dari 1. 000 orang dinyatakan hilang atau meninggal di Laut Mediterania saat kapal mereka terbalik antara Libya dan Lampedusa.
Semenjak insiden tersebut, sekitar 34. 000 orang dilaporkan tewas atau hilang dalam usaha menuju Eropa via jalur laut. Diperkirakan bahwa angka yang sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi,” ungkap pernyataan UNHCR pada PTTOGEL hari Kamis.
Menanggapi situasi ini, UNHCR mendesak agar terdapat sistem penyelamatan laut yang lebih efektif, pilihan hukum yang dapat diandalkan untuk mencapai Eropa, serta tindakan yang tegas dan menyeluruh untuk menangani penyebab utama yang mendorong orang mengambil risiko ini.
Meskipun pada tahun 2024 jumlah kedatangan di Eropa melalui jalur laut menurun sebesar 24 persen menjadi 200. 000, angka kematian dan orang hilang tetap tinggi, jelasnya.
UNHCR mengira setidaknya 3. 500 orang mengalami kematian atau menghilang di beberapa rute laut menuju Spanyol, Italia, Malta, Yunani, dan Siprus tahun lalu, dengan jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih besar.