Satbrimob Sulteng dirikan dapur lapangan bantu warga terdampak banjir

Palu – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Satuan Brimob (Satbrimob). Telah mendirikan dapur darurat di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara untuk membantu warga yang terpengaruh oleh banjir.

“Kami mendirikan dapur ini untuk memberikan makanan bergizi kepada masyarakat, terutama untuk berbuka puasa,” ungkap Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, Dansat Brimob Polda Sulteng, di Palu pada Minggu.

Dia menjelaskan bahwa dapur darurat ini ditempatkan di lokasi yang strategis agar kebutuhan makanan warga dapat terpenuhi.

Anggota Brimob Polda Sulteng juga sedang membangun sebuah jembatan sementara sebagai akses untuk warga yang ingin pergi ke masjid untuk beribadah.

Selain itu, mereka juga membantu dalam mengevakuasi warga dan memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih aman.

Dia menekankan bahwa kehadiran Brimob dalam situasi darurat ini merupakan komitmen layanan kepada masyarakat.

“Kami telah mengerahkan anggota dan peralatan untuk membantu evakuasi serta menyediakan dapur darurat agar kebutuhan pangan pengungsi terpenuhi,” jelasnya.

Selain evakuasi dan bantuan logistik, dia menambahkan, pihaknya juga memastikan bahwa warga memiliki akses untuk beribadah dan kebutuhan dasar lainnya.

Dia menyatakan bahwa tim gabungan masih bekerja keras untuk menjamin keamanan dan kebutuhan warga yang terdampak.

Di sisi lain, Bupati Morowali Utara Delis J Hehi menegaskan bahwa para korban banjir di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, akan mendapatkan pelayanan yang maksimal selama masa tanggap darurat.

Bupati juga telah mengunjungi lokasi terjadinya banjir sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang terkena dampak, sekaligus mendukung mereka dalam menghadapi situasi sulit ini.

“Kedatangan kami adalah untuk memperkuat upaya mitigasi, dan kami menjamin bahwa para korban akan terlayani dengan baik, layanan kesehatan tersedia, kebutuhan dasar mereka dipenuhi, termasuk pasokan air bersih,” tuturnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng melaporkan bahwa ada 1. 607 Kepala Keluarga yang terkena dampak banjir di tujuh desa di Kecamatan Petasia Barat dan Petasia Timur pada hari Senin (24/3).

Sementara itu, di Desa Bunta sendiri, terdapat 553 KK atau 2. 294 jiwa yang terdampak dengan 95 KK atau 193 jiwa yang telah mengungsi ke Balai Desa, Balai Dusun, dan rumah warga setempat.

Banjir ini terjadi pada Senin (24/3) akibat curah hujan yang tinggi, yang menyebabkan sungai lokal meluap dan menggenangi area pemukiman.