Peneliti UMPR-UPR kenalkan bubuk tinggi kalori untuk anak stunting

Palangka Raya (cvtogel) – Sebuah tim riset yang terdiri dari akademisi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR). Dan Universitas Palangka Raya (UPR) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Wilayah Kalimantan Tengah telah memperkenalkan sebuah inovasi pangan untuk anak-anak yang mengalami stunting.

“Tim kami berhasil menciptakan makanan tambahan bergizi tinggi yang disebut Butika, singkatan dari Bubuk Tinggi Kalori,” ujar Dr Faradila, ketua tim penelitian, di Palangka Raya pada hari Senin.

Faradila menjelaskan bahwa Butika adalah produk makanan tambahan yang terbuat dari bahan lokal seperti ikan seluang, ikan lais, dan kuning telur, yang memiliki kandungan protein dan kalori yang tinggi.

Produk ini ditujukan sebagai makanan pendamping ASI untuk bayi dan balita yang ada dalam kondisi stunting atau untuk keluarga yang berada dalam risiko tinggi.

“Diharapkan, pemberian Butika dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi seimbang, khususnya bagi anak-anak yang terpengaruh stunting di daerah terpencil, dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang murah dan mudah dicari,” jelas Faradila.

Dia menambahkan bahwa inovasi ini juga sejalan dengan inisiatif nasional Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang diluncurkan oleh BKKBN, yang mengedepankan solusi yang berbasis pada kearifan lokal.

Melalui produk Butika, dia berharap proyek ini tidak hanya akan berdampak dalam menurunkan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang sejak usia dini.

“Dengan formulasi yang sederhana namun kaya nutrisi, Butika merupakan contoh nyata inovasi daerah dalam menghadapi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat, khususnya terkait pemenuhan gizi anak,” tambahnya.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) UMPR tersebut menjelaskan bahwa penelitian Butika diadakan beberapa bulan yang lalu dan melibatkan sejumlah anggota dari dosen UMPR dan UPR.

“Penelitian ini dilakukan di dua tempat, yaitu Desa Sungai Tabuk yang terletak di Kabupaten Sukamara, dan Puruk Cahu Sebrang di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah,” katanya.

Tim tersebut terdiri dari dosen UPR Ni Nyoman Sri Yuliani, serta tim dari UMPR Halida Suryadini, Nurhalina, dan Rahmita Sari.