Lebak (CVTOGEL) – Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta berupaya meningkatkan kesehatan masyarakat Suku Badui di wilayah terpencil Kabupaten Lebak, Banten melalui kegiatan sosial.
“Kami berharap masyarakat Badui dapat menyadari pentingnya kesehatan,” ungkap Ketua Panitia Baksos FK Universitas Trisakti Jakarta, dr Gita Handayani Tarigan, M. PH, M. M. , dalam pernyataan yang diterima di Lebak, Rabu.
Kegiatan baksos FK Universitas Trisakti yang diadakan di permukiman Badui Desa Kanekes. Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak merupakan bagian dari pengabdian. Kepada masyarakat dan pelaksanaan program Tridarma Perguruan Tinggi.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adat, memperkuat pemahaman. Tentang pentingnya kesehatan, serta mengembangkan kerja sama antara universitas dan masyarakat untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
Dalam pengabdian kepada masyarakat ini terdapat delapan kelompok, yang terdiri dari dokter spesialis. Dokter umum, mahasiswa, dan staf pengajaran.
Setiap kelompok melakukan tugas yang berbeda dengan tujuan yang bervariasi, mulai dari pelatihan bantuan hidup dasar (BHD). Pelatihan penanganan gigitan ular, pemeriksaan kesehatan, hingga penyuluhan tentang gizi seimbang untuk pencegahan penyakit tidak menular.
Di samping itu, kegiatan ini juga meliputi skrining dan penyuluhan mengenai Tuberkulosis (TBC). Untuk kelompok berisiko, edukasi tentang posisi kerja sehat untuk petani, pemeriksaan kesehatan mata serta penyuluhan tentang katarak, pemeriksaan status kesehatan dan penyuluhan kesehatan untuk anak balita, serta skrining dan penyuluhan anemia bagi remaja putri.
Masyarakat Badui terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, meskipun mereka harus berjalan jauh dari rumah masing-masing untuk mencapai lokasi baksos.
“Kami melakukan kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) yang melayani 300 warga Badui Dalam dan Badui Luar,” ujarnya.
Dekan FK Universitas Trisakti Jakarta, Dr. dr Yenny, Sp. FK mengatakan bahwa dalam kegiatan ini, Fakultas Kedokteran juga bekerja sama dengan dosen dan mahasiswa dari Pusat Pengajian Sains Perubatan (PPSP) Universiti Sains Malaysia (USM).
Sebanyak sepuluh mahasiswa dan dua dosen dari PPSP USM ikut terlibat dalam program ini yang bertujuan untuk pertukaran pengetahuan, meningkatkan pengalaman serta praktik di masyarakat, dan memperbaiki kemampuan komunikasi dalam konteks internasional.
Dia berharap bahwa melalui PKM ini, kesehatan masyarakat di Badui akan semakin membaik dan berbagai temuan dapat memberikan masukan berguna bagi puskesmas dan pemerintah daerah untuk tindakan selanjutnya.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi pendorong dalam menciptakan sistem kesehatan yang merata dan inklusif, menuju masyarakat Badui yang sehat dan tangguh,” tutupnya.